<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Andre's blog

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Monday, August 09, 2004
... back to last week .........


....... sehari sebelum nonton penampilan Ananda Sukarlan  di GBB,  gw sama teman2 nonton Republik Togog-nya teater koma di GKJ ....
Teater yg digawangi oleh Nano Riantiarno ini memang selalu sold-out pertunjukannya ....
waktu sampai di depan GKJ kemaren ini, banyak calo yg wara wiri nanyain ada ticket lebih gak  :)
saat beli ticket2 itu di GKJ during lunch time seminggu sebelumnya, agak surprised juga kalo ternyata ada juga yg antri di ticket box ....   andai gw terlambat 5 menit, pasti limited seat yang tersisa dari tanggal pertunjukan yg kami sepakati udah diserobot pengantri lainnya deh ...

ternyata lakon teater koma kali ini memang bagus dan lucu , banyak bercerita tentang kemunafikan manusia yang disimbolisasikan dengan tokoh pewayangan dan panakawan.
ada gatot kaca yg berlogat batak, btari durga yang centil, trio petruk, gareng, bagong dan babe- daddy semar yang menyentil soal pilpres ....
semua dituangkan dalam lakon yang lucu dan berisi .





Posted at 03:52 pm by Andre_JA
Comment (1)  

.... back to last week .......


kembali ke minggu lalu yang cukup berkesan ............


5th August 2004 - Graha Bhakti Budaya

 

Semalam aku menyempatkan diri untuk menyaksikan penampilan special ANANDA SUKARLAN, yang mendapat julukan sebagai a Brilliant Young Indonesian Pianist di Graha Bhakti Budaya – TIM Jakarta.  Recital Piano dari Ananda yang sekarang bermukim di Spanyol bersama keluarganya adalah dalam rangka dihibahkannya Grand Piano baru Steinway dari Miranda Goeltom untuk TIM.

 

Dalam tanya jawab singkat antara MC dengan Andy, panggilan akrab Ananda Sukarlan sebelum recital dimulai, terungkap bahwa Grand Piano Model D dari Steinway  seharga 1.2 milyar rupiah itu  merupakan piano dengan ukuran terbesar yang ada sekaligus langka di dunia, dan juga mungkin satu2nya yang ada di Indonesia saat ini.  

Piano berukuran panjang  8’11”  dan berat 550 kg  ini hanya ditemukan di gedung2 concert dunia seperti di Berlin or Auditorio Nacional Madrid atau mungkin hanya dimiliki oleh orang2 beken sekelas Donald Trumph.

Andy yang berusia 36 tahun juga baru saja tampil di Sydney dan  menerima penghargaan dunia di Australia.

 

Sedikit mengenai Ananda Sukarlan dengan segudang prestasinya yang mengundang decak kagum.   Andy menguasai banyak repertoire hasil komponis abad 17 sampai abad 19, maupun dari abad 20.  Banyak composer Eropa, Amerika, Asia dan Australia yang telah menuliskan komposisi musiknya khusus untuk dimainkan oleh Andy.

Andy selalu menjadi undangan sebagai pianist solo dalam orkestra kelas dunia seperti di Berlin, Rotterdam, Madrid dan  recital piano solo di berbagai gedung concert terkenal di dunia.   Banyak lagi penghargaan tingkat internasional yang sudah diperoleh Andy, termasuk menjadi Ketua maupun Dewan Juri kompetisi piano tingkat dunia.

Andy juga menjadi orang Indonesia pertama yang diabadikan dalam buku prestige “2000 Outstanding Musicians on the 20th Century” yang diterbitkan oleh The International Who’s Who in Music.

 

Setelah selubung Grand Piano Steinway dibuka oleh Miranda Goeltom dan sambutan dari Bapak Wiyogo Atmodarminto, recital dibuka oleh Ananda dengan 3 repertoir karya komponis terkenal Australia antara lain Peter Sculthurpe yang salah satunya menceritakan tentang tragedy bom Bali. Semua repertoir itu diciptakan khusus untuk Andy.

Permainan cantik dan memukau dari Ananda dilanjutkan dengan karya komponis New Zealand - Gareth Farr berjudul “Three Love Songs” , yang malam itu dipersembahkan oleh Andy untuk pasangan Miranda Goeltom dan Oloan Siahaan, dan “Jangan Lupa”  yang khusus diciptakan oleh Farr untuk Andy supaya jangan lupa pada sahabatnya dan New Zealand.

 

Selanjutnya  dimainkan komposisi  pendek hasil karya Andy sendiri dengan permainan tangan kiri saja dalam koleksi yang dinamakan “Just a Minute”.

Permainan tangan kiri  ter-inspirasi saat Andy menggendong bayinya di tangan kanan dan memainkan piano dengan jari2 tangan kirinya.  

 

Kemudian repertoire berjudul Nocturno in Bali karya komponis Spanyol dimainkan oleh Andy khusus untuk Pia Alisjahbana, yang sedianya meminta Andy untuk memainkan repertoire kesayangannya- Norturnes dari Chopin. 

Nocturno in Bali ini dimainkan jari2 tangan Andy dengan lincah & cepat menghasilkan suara seperti ombak laut dan bunyi2an serangga.  Karya yang unik dan memukau !

 

Tiba giliran karya Ismail Marzuki, komponis terkenal Indonesia berjudul Sepasang Mata Bola diambil dari cuplikan aransemen (alm) Yazeed Djamin dimainkan dengan adaptasi Ananda sendiri.  Karya besar ini dimainkan Andy dengan indah, memukau seluruh tamu yang hadir di GBB malam itu. 

 

Anandamania karya komponis Spanyol Santiago Lanchares  yang diciptakan khusus untuk Ananda berisi berbagai jenis musik kesukaan Andy. Karya unik yang agak bising ini dimainkan untuk UNESCO dan menjadi karya yang sangat terkenal di daratan Eropa, sedianya dimainkan Andy sebagai penutup recital malam itu.

Namun tepuk tangan gemuruh panjang dan standing ovation dari seluruh tamu yang hadir membuat Andy memainkan lagi satu karya pendeknya berjudul Gentle Darkness yang diambil dari koleksi Just a Minute-nya, diciptakan khusus untuk ayahanda tercinta yang dipanggil Yang Kuasa bulan April lalu.

 

Recital Piano yang indah dan sungguh memukau !

 


Posted at 03:26 pm by Andre_JA
Comments (3)  

ada saat 'tuk memulai ...


Untuk pertama kalinya gw nulis blog ini, saat ini 1507 hrs-9th August 2004 .... thanks vm buat Agus, yang udah ngenalin gw sama blog ini :) 
can't stop reading ur blog ... it's so interesting !
sebelumnya gw gak pernah terpikir bakal nulis blog kayak gini ...
gw juga gak yakin there will be something interesting for me to share with my friends .... my lovely friends out there ....

well, ada saat 'tuk memulai ..................

Posted at 03:07 pm by Andre_JA
Make a comment